Hariandialog,Tuesday 27 September 2016, 07:29

Dampak Kenaikan Harga BBM: Masyarakat Menjerit

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com – Sudah jatuh tertimpa tangga pula. Sudah terimpit gara-gara kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), masyarakat masih harus menanggung beban akibat naiknya harga bahan-bahan kebutuhan pokok.

Turini (30), warga Jl Peninggaran Timur II, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, misalnya, mengaku uang belanja Rp35 ribu yang diberikan suaminya kini makin tidak cukup untuk menutup kebutuhan dapur sehari-hari. “Harga sayur-mayur juga naik,” ujarnya kepada Dialog di rumahnya, kemarin.

Jeritan dan penderitaan Turini makin lengkap karena ia tidak termasuk warga yang mendapatkan Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) atau “Balsem” yang diberikan pemerintah sebagai kompensasi kenaikan harga BBM per 22 Juni lalu. “Saya tak dapat ‘Balsem’,” cetusnya.

Kasus warga miskin tidak mendapat “Balsem” bukan hanya menimpa Turini, melainkan juga warga lain di tempat lain, seperti Depok, Jawa Barat, dan Solo, Jawa Tengah. Hal ini pun diakui Wakil Ketua DPR Pramono Anung yang mendapat pengaduan dari berbagai daerah. “Banyak masyarakat mengeluh,yang masuk dalam masyarakat miskin ternyata mereka tidak menerima BLSM, dan itu banyak sekali," katanya kepada wartawan di Gedung DPR, Jakarta, Senin (24/6).

Penderitaan masyarakat miskin bertambah parah, karena menurut Pramono, pemerintah sampai hari ini belum bisa mengontrol dengan baik kenaikan harga bahan-bahan kebutuhan pokok, sehingga dampak kenaikan harga BBM pun cukup berat dirasakan masyarakat. "Yang paling penting sekarang ini.bagaimana mengatasi dampak kenaikan harga BBM," pinta politisi senior PDI Perjuangan itu.

Selain harga bahan-bahan kebutuhan pokok, tarif angkutan umum juga naik. Untuk bus antar-kota antar-provinsi (AKAP), Kementerian Perhubugan memutuskan tarifnya naik 15%. Begitu pun tarif kapal penyeberangan antar-pulau.

Untuk DKI Jakarta, Gubernur Joko Widodo telah mengusulkan kepada DPRD soal kenaikan tarif angkutan kota, yakni bus kecil naik dari Rp2.500 menjadi Rp3.000, bus sedang naik dari Rp2.000 menjadi Rp3.000, dan bus besar reguler naik dari Rp2.000 menjadi Rp3.000.

Usulan kenaikan tarif ini didasarkan atas pertimbangan dari Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Organisasi Angkutan Darat (Organda), dan Dewan Transportasi Kota Jakarta. Ironisnya, meski kenaikan tarif baru diusulkan Rabu (26/6), namun para awak angkutan umum telah mengambil langkah sepihak dengan menaikkan tarif terlebih dahulu. Hal ini antara lain terjadi pada Kopaja dan Metromini. Tarif Kopaja dan Metromini yang semula Rp2.000 menjadi Rp 2.500 sekali naik.

Tarif bus AC Bekasi-Blok M juga naik sebesar Rp1.500, dari semula Rp6.500 menjadi Rp8.000.

Sementara itu, kenaikan harga BBM akan berdampak pada meningkatnya jumlah warga miskin. Diprediksi “OMB” (orang miskin baru) akan bertambah empat juta jiwa. Prediksi ini disampaikan sejumlah fraksi dalam pemandangan umumnya pada Rapat Paripurna DPR untuk menyetujui kenaikan harga BBM pekan lalu. Hal ini pun diakui Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri. "Saat BBM naik dan kalau pemerintah tak melakukan apa-apa, penduduk miskin akan bertambah dari 10,5% menjadi 12,1% atau sekitar 4 juta orang miskin baru," kata Chatib Basri di kantornya, Jakarta, baru-baru ini.

Maka, kata Chatib, untuk mencegah hal tersebut pemerintah memutuskan untuk memberikan BLSM Rp150 ribu per bulan selama empat bulan, memberikan beras miskin, kompensasi untuk pembangunan infrastruktur dasar, dan bantuan siswa miskin (BSM). Dengan langkah tersebut, lanjut Chatib, kenaikan jumlah orang miskin sebesar 4 juta orang dapat ditekan.

BLSM diberikan kepada 15,5 juta Rumah Tangga Sasaran (RTS) dan bila RTS tersebut beranggotakan empat jiwa maka penerima BLSM mencapai 62 juta orang atau melebihi perkiraan pertumbuhan orang miskin baru sebesar 4 juta. (tim)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Eks Musisi Ada Band Jadi Juri di Lomba Bintang RRI
Eks Musisi Ada Band Jadi Juri di Lomba Bintang RRI Sibolga, hariandialog.com - 24-09-16 - Musisi eks Drumer Ada Band Muhammad Abdu El Ritonga dipilih menjadi salah satu juri di Lomba Bintang Radio...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Kajari Tapteng Open Launching Program JM…

Tapteng, hariandialog.com – 19-09-2016 - Kepala Kejaksaan Negeri (Kaja...

Berkas Kasus Vaksin Palsu Mabes Polri Ke…

Jakarta, hariandialog.conm - 20-09-2016 - Bareskrim Mabes Polri kembal...

TEKNOLOGI

DPRD Langkat Apresiasi Hasil Karya Gemilang Anak Bangsa
DPRD Langkat Apresiasi Hasil Karya Gemilang Anak... Langkat, hariandialog.com - Subingat (52), demikian panggilan akrabnya sehari-hari oleh tetangga dan para warga Desa Teluk Kecamatan Secanggang...
Kaum Muda Diharapkan Mampu Lahirkan Karya Kreatif
Kaum Muda Diharapkan Mampu Lahirkan Karya Kreatif

Jakarta, hariandialog.com-Kalangan muda di Tanah Air diharapkan mampu...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan