Hariandialog,Monday 17 June 2019, 07:33

Profesionalis Kejaksaan Dipertanyakan 3 Kali Pembacaan Surat Tuntutan Valent Yusuf Batal

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com.- 20-05-2019.
“Bagaimana saudara jaksa apakah sudah siap surat tuntutan untuk
dibacakan hari ini untuk terdakwa Valent Yusuf,” tanya hakim Asiadi
Sembiring selaku Ketua Majelis kepada Jaksa L Tambunan dan Endang dari
Kejaksaan Agung.

Namun, langsung dijawab oleh jaksa L Tambunan yang minta
maaf untuk diberi waktu lagi. Alasannya, surat tuntutan belum siap
untuk dibacakan. “Kami mohon maaf dan agar diberi waktu untuk hari
Kamis, lusa. Kami minta waktu dua hari saja untuk mempersiapkan surat
tuntutan,” ditambahkan jaksa Endang.

“Tolong diperhatikan ya saudara Jaksa. Ini sudah yang
ketiga kalinya ditunda. Kami tidak tahu apa yang menjadi kendala
menjadikan pembacaan surat tuntutan ditunda tunda yang hingga sekarang
adalah ketiga kalinya. Padahal, kami berharap sebelum liburan lebaran
sudah bisa diputus. Tapi karena jaksa belum siap terpaksa sidang kita
tunda lagi,” kata hakim Asiadi Sembiring.

Jadi kata Hakim Asiadi Sembiring kepada terdakwa Valent
Yusuf yang duduk di kursi pesakitan menghadap meja hijau itu, “bukan
kami yang memperlambat”. Tapi, saudara terdakwa sudah mendengar
sendiri apa yang terjadi yaitu Jaksa  minta ditunda lagi kerena belum
siap surat tuntutannya. “Jadi itulah yang terjadi hari ini yaitu
ditunda lagi acara persidangan untuk ketiga kalinya,” jelas hakim
Asiadi Sembring sambil mengangkat bahunya da tangannya menandakan
tidak bisa berbuat apa – apa karena jaksalah yang belum siap.

Seperti dalam surat dakwaan dan diberitakan pada edisi 100
dimana Jaksa Lumumba Tambunan atas nama Kejaksaan Negeri Jakarta
Selatan menguraikan bahwa terdakwa Valent Yusuf warga Jalan Prisma
Raya No.3 Rt 005/007, Kelurahan Kebun Jeruk, Jakarta Barat, diajukan
ke persidangan di PN Jakarta Selatan karena disebut merugikan Tjung
Lina atau PT Brahma Adhiwidia sebesar Rp 34.661.426.800, pada 28
November 2011.

Disebutkan kerugian yang diderita Tjung Lina atau PT Brahma
Adhiwidia  berawal dari adanya penawaran melalui pemasaran penjualan
unit-unit Apartemen di The Kuningan Palace, Jakarta Selatan. Terdakwa
di PT Kemuliaan Megah Perkasa selaku Presiden Direktur di perusahaan
itu. Dalam pemasaran yang dilakukan oleh PT Kemuliaan Megah perkasa
melalui brifing terhadap Indrijati Gautama, Ferry Suhardjo untuk
Gedung Lumina Tower lantai 7 dan 8 disebutkan Gedung Perkantoran (Non
Hunian) dan Sertipikat atas unit tersebut gedung itu adalah Sertifikat
Hak Milik Rumah Susun (SHMRS).

Atas penjelasan dari pihak perusahaan melalui Indrijati
Gautama akhirnya saksi Tjung Lina perecaya dan mau membeli dengan
pembayaran bertahan dan lunas pada 28 Oktober 2011 yang total
seluruhnya Rp.34.661.426.800. Pembelian Gedung Lumina Tower 7 dan 8
itu dituangkan dalam surat Perjanjian Pengikatan Jual Beli Nomor :
383/KMP-KP/XI/2011 tanggal 28-11-2011 maupun surat perjanjian
Pengikatan Jual Beli Nomor : 384/KMP-KP/XI/2011 tanggal 28 -11-2011.
Pada Pasal 2 perihal Objek Perjanjian dan pasal – pasal berikutnya
menyatakan bahwa lantai 7 dan lantai 8 Gedung Lumina Tower adalah Unit
Ruang Kantor (Non Hunian) adalah Tidak Benar.

Terungkap di persidangan adapun kasus pidana dengan terdakwa
Valent Yusuf  terkait  penjualan 2 lantai kantor Lumina tower, the
kuningan place kepada PT BAW merupakan perbuatan kebohongan dan
penipuan karena  YV menjual fasilitas penghuni apartemen the kuningan
place, yang sebenarnya PT KMP tidak berhak menjual kantor komersial
karena  Izin Mendirikan Bangunan (IMB) the kuningan place adalah
hunian & fasilitasnya. Sehingga pembeli (PT BAW) tidak dapat
menggunakan atau menyewakan sebagai kantor.

Ternyata apartemen yang dijual terdakwa Valent Yusuf itu
adalah peruntukannya untuk Auditorium dan bukan untuk ruangan kantor
atau perkantoran. Untuk itu, jaksa mengamcam terdakwa Valent Yusuf
dengan pidana pencara sebagaimana pada Pasal 378 KUHP jo Pasal 55 ayat
(1) ke-2 KUHP dan atau kedua melanggar Pasal 263 ayat (1) KUHP jo
Pasal 55 ayat (10 ke-2 KUHP.  Hakim Asiadi Sembiring menunda sidang
pada Kamis, 23 Mei 2019. (tob)

 

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

PWI Bengkulu Tali Asih Janda Wartawan
PWI Bengkulu Tali Asih Janda Wartawan Bengkulu, hariandialog.com – 3-5-2019 - Bentuk kepedulian terhadap sesama teman se profesi Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Bengkulu...
Cuti Bersama Idul Fitri 1440 H, Pelayanan Publik di Badung Tetap Buka
Cuti Bersama Idul Fitri 1440 H, Pelayanan Publik...

Denpasar, hariandialog.com - 28-5-2019Berkenaan dengan telah ...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Prioritas Utama Kehidupan

Gubsu Kunjungi RS USU Kesehatan Jadi Pri…

Medan hariandialog.com - 6-5-19 - Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), E...

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wagub Sumut Harapkan Pelayanan Pasien Ditingkatkan

Tinjau UPT Rumah Sakit Pemprov Sumut Wag…

Medan, hariandialog.com -  6-5-19 - Wakil Gubernur Sumatera Utara (S...

TEKNOLOGI

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan