Hariandialog,Friday 23 August 2019, 17:26
  • Create an account

Tanpa KLB, PSSI Hanya Akan Menambah Tersangka

PDFPrintE-mail

Jakarta, hariandialog.com – Langkah Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) “buying time” dengan tidak kunjung menggelar Kongres Luar Biasa (KLB) diyakini bakal menambah panjang daftar tersangka match fixing (skandal pengaturan skor).

“Kalau PSSI buying time, Satgas Antimafia Bola pun akan buying time. Bedanya, bila PSSI mengulur-ulur waktu KLB, Satgas justru mempercepat waktu penetapan tersangka,” ungkap seorang wartawan senior usai mengikuti wawancara dengan Sekretaris Jenderal PSSI Ratu Tisha Destria di kantor PSSI di FX Sudirman Plaza, Senayan, Jakarta, Kamis (11/4/2019) malam.
Ratu Tisha diwawancara usai menerima kunjungan delegasi dari Feredation of International Football Association (FIFA), Luca Nicola, yang datang ke Jakarta atas undangan PSSI dan Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI Gatot S Dewa Broto, untuk membantu PSSI menyelesaikan persoalan yang membelitnya.
Saat ditanya apakah persoalan KLB, yang sudah diputuskan Komite Eksekutif PSSI pada 19 Maret 2019, dibahas dengan delegasi FIFA, secara diplomatis Ratu Tisha menepis. “FIFA menyerahkan persoalan KLB kepada Komite Eksekutif PSSI,” katanya.
Ratu Tisha justru memaparkan tugas Komite Ad Hoc Integritas yang dibentuk PSSI pada Kongres PSSI di Bali, 20 Januari 2019, yang akan berakhir pada 20 Januari 2020, sehingga akan melaporkan hasilnya dalam Kongres PSSI tahun 2020. Tersirat, PSSI tak akan menggelar KLB hingga masa jabatan pengurus saat ini berakhir pada 2020.
Wartawan yang tak mau disebutkan namanya itu menilai, bila PSSI tak menggelar KLB sebagaimana keputusan Komite Eksekutif, maka artinya PSSI gagal menangkap suasana kebatinan masyarakat Indonesia yang menghendaki reformasi di tubuh PSSI. Suasana kebatinan masyarakat itu pun ditangkap Presiden Joko Widodo dan Kapolri Jenderal Tito Karnavian, lalu dibentuklah Satuan Tugas (Satgas) Antimafia Bola Polri pada 21 Desember 2018.
“Sosuli terbaik bagi PSSI saat ini adalah KLB. Bila KLB diundur-undur, kita yakin Satgas akan mempercepat penetapan tersangka match fixing lainnya, sampai PSSI benar-benar lumpuh, sehingga ‘terpaksa” menggelar KLB,” tandas dia.
Sejauh ini Satgas telah menetapkan 16 orang sebagai tersangka, termasuk Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum PSSI Joko Driyono yang menggantikan Edy Rahmayadi dalam Kongres PSSI 2019 di Bali. Setelah Joko ditetapkan sebagai tersangka, Wakil Ketua Umum PSSI Iwan Budianto naik menjadi Plt Ketua Umum PSSI sekaligus Plt Ketua Komite Eksekutif PSSI. Kini, “bola” KLB ada di tangan IB, sapaan akrab Iwan Budianto.
IB sendiri diduga terlibat match fixing yang dilaporkan mantan Manajer Perseba Super Bangkalan Imron Abdul Fattah awal Januari 2019. Status perkara IB, yang juga diduga menyeret Manajer Madura United Haruna Soemitro, sudah naik ke tahap penyidikan.
Dihubungi terpisah, Ketua Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) Suhendra Hadikuntono mengaku akan terus mendorong Satgas Antimafia Bola Polri untuk memberantas match fixing sampai ke akar-akarnya sehingga PSSI benar-benar bersih, sebagaimana diamanatkan Presiden Jokowi. “Kita akan terus mendorong Satgas,” ujarnya.
Memang, selama ini KPSN sangat getol mendorong pemberantasan match fixing, bahkan sebelum Satgas Antimafia Bola dibentuk, KPSN sudah bekerja sama dalam pemberantasan match fixing dengan Badan Reserse Kriminal Mabes Polri dengan terbitnya Sprin/4976/X/2018/Bareskrim tertanggal 29 Oktober 2018. (yud)

Berita Sebelumnya:

FORM_HEADER


FORM_CAPTCHA
FORM_CAPTCHA_REFRESH

PILIHAN REDAKSI

Workshop Dewan Pers “Darurat Deregulasi Media Baru”
Workshop Dewan Pers “Darurat Deregulasi Media... Bengkulu, hariandialog.com – 15-8-2019 - Kekhawatiran terhadap penguasaan dunia sosial oleh negara kapitalis Amerika dengan lima perusahaan...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Ombudsman Dorong Pemkab Badung Tingkatkan Inovasi Pelayanan Publik
Ombudsman Dorong Pemkab Badung Tingkatkan Inovasi... Denpasar, hariandialog.com - 2-8-2010 - Asisten Ombudsman RI (ORI) Unit Kerja Khusus  Reformasi dan Transformasi Kelembagaan ( UKKRTK ) Perwakilan...
Kab. Badung Masuk Nominasi Peraih Anugerah Iptek dan Inovasi Nasional 2019
Kab. Badung Masuk Nominasi Peraih Anugerah Iptek...

Denpasar, hariandialog.com - 30-8-2019 - Kabupaten Badung masuk nominasi...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan