Hariandialog,Tuesday 16 July 2019, 10:12

Gubernur Koster : PKB Ajang Pelestarian Seni Tradisi Selaras dengan ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’

PDFPrintE-mail

Denpasar, hariandialog.com - 10-6-2019 - Pesta Kesenian Bali (PKB), dalam waktu dekat  kembali digelar. Perhelatan pesta Kesenian ini selalu ditunggu-tunggu masyarakat luas,bahkan wisatawan, terus disempurnakan oleh  Pempov.Bali disesuaikan dengan visi misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, yakni melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana untuk menuju Bali era Baru.

Kepada media  dalam jumpa pers Senin (10/6 ) di gedung Wiswa Sabha Utama, Gubernur Bali Wayan Koster, mengatakan, Pelaksanaan PKB ke-41 merupakan kegiatan PKB pertama di periode kepemimpinannya, sejalan visi misi ‘Nangun Sat Kerthi Loka Bali’, PKB pun menjadi ajang implementasi pelestarian seni budaya.

“ Spiritnya kita jaga dan  diteruskan untuk memperkuat upaya pelestarian seni budaya  adi luhung dengan menambah pengayaan sesuai perkembangan zaman.Materi PKB  harus diangkat dari  seni budaya tradisi yang berakar dari kehidupan masyarakat Bali, agar PKB  menjadi ajang penggalian, menghidupkan dan melestarikan seni tradisi asli Bali,” ujar Gubernur Koster.

Upaya penyempurnaan ini diharapkan Koster, bisa membangun kesadaran masyarakat Bali yang minatnya akan seni budaya semakin hari semakin berkurang. “PKB ini juga menjadi momentum meningkatkan minat masyarakat untuk membangun seni budaya tradisi yang terlupakan, agar tidak punah,” katanya, menambahkan.

“ Salah satu usaha yang dilaksanakan Pemprov Bali dalam menjaga PKB sebagai even seni budaya bernilai sejarah yang tinggi, yakni ditandai dengan dibangkitkannya kembali seni tradisi Sebunan berbasis desa adat, “ imbuh Koater, didampingi Kepala Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi Bali AA Ngurah Oka Sutha Diana, dan Kepala Biro Umum Setda Provinsi Bali Gede Darmawa, juga kembali menegaskan gagasan pembebasan sewa stand pameran bagi para pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) di arena PKB.

“Pemasaran produk lokal maupun kuliner Bali saat ini tidak akan dikenakan biaya sewa lagi. Kita harus mengedepankan keberpihakan kepada IKM. Namanya IKM, usaha dan modalnya pasti kecil, jadi pemerintah harus ada untuk memberi dukungan. Kita jadikan PKB sebagai ajang promosi produk mereka,” ujar Koster seraya menjelaskan, pagelaran PKB  bisa mendukung Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik .

Ia  mengimbau PKB bisa menjadi even ramah lingkungan agar sejalan dengan Pergub Nomor 97 Tahun 2018. “Jadi segala sarana dekorasi dan sebagainya diutamakan penggunaan bahan-bahan alami seperti bambu, janur, aneka bunga, dan dedaunan. Pokoknya sebisa mungkin dirancang terbebas dari bahan plastik atau sterofoam sekali pakai,” ucap Koster,yang juga Ketua DPD PDI Perjuangan Bali itu mengingatkan.

Awak media yang hadir  mengapresiasi gagasan-gagasan  Gubernur Koster, sebagai salah satu Gubernur Bali paling kreatif, serta berharap usaha-usaha ini terus berlanjut dalam upaya membangun Bali secara keseluruhan.

Gubernur Koster Gratiskan Stand di Pameran PKB

Jika pada gelaran PKB sebelumnya,  Puluhan stand atau anjungan tempat berjualan berbagai barang dagangan di arena Pesta Kesenian Bali (PKB) yang semula disewakan, kini diputuskan untuk digratiskan alias pakai cuma-cuma oleh para peminat yang berniat berdagang.
Gubernur Bali Wayan Koster telah mengambil kebijakan untuk menggratiskan puluhan stand, baik yang dibangun permanen maupun tenda-tenda yang didirikan di areka PKB yang rutin digelar setiap tahun di Taman Budaya Provinsi Bali (Art Centre) Denpasar.

Terkait, stand yang selama ini disewakan di arena PKB, Gubernur Koster menganggap pemasukan dari penyewaan stand tersebut sesungguhnya sangat kecil. “Saya hitung tak sampai Rp 2 miliar. Jadi menurut saya, PKB ini bukan tempat untuk mencari uang, apalagi jika yang dibebankan adalah para peserta UMKM di Bali,” ujarnya menandaskan.
Gubernur mengaku sudah dari dulu berniat untuk menggratiskan stand di PKB bagi para perajin yang berasal dari UMKM tersebut. “Untuk itu ketika saya terpilih, langsung saya buatkan payung hukum yang mengatur, yakni peraturan gubernur baru agar bebas dari pungutan,” katanya dengan menambahkan, “Jangan pernah ragu-ragu menolong orang kecil.”

Koster, mengatakan bahwa kebijakan menggratiskan satand-stand tersebut dimaksudkan untuk memberi dukungan penuh dan mendorog kemajuan UMKM lokal dan ekonomi kreatif yang mulai tumbuh di Bumi Dewata.

Dengan digratiskannya stand untuk UMKM di arena PKB 2019 ini, Ia minta semua peserta tetap menjaga ketertiban dan disiplin, menjaga nama baik PKB, dan Bali secara umum agar tetap mulia dan kondusif, bersih dan rapi.

Dalam kesempatan  memberi pengarahan dan tatap muka dengan para peserta pameran ajang PKB 2019, di Gedung Ksirarnawa Art Centre Denpasar, Minggu (9/6) pagi, Koster mengingatkan agar seluruh warga masyarakat, terlebih bagi mereka yang terlibat di PKB, untuk selalu dapat menjaga sikap guyub dan kompak semuanya. Dengan demikian, citra PKB akan bisa semakin baik lagi ke depannya.
Ia menyebutkan, kebersamaan antara para perajin dan UMKM sangat penting. “Posisi stand-nya akan diundi dan jangan sampai ada ribut-ribut sesama saudara sendiri,” ujarnya menekankan ke depan, lanjut Gubernur Koster, pihaknya  terus berupaya memperbaiki gelaran PKB, agar semakin baik. Salah satunya, memperbaiki kebijakan untuk  mengakomodasi UMKM lokal Bali.

“Format ke depan agar lebih banyak yang bisa ikut pameran, semuanya kebagian. Ini tentu melalui seleksi yang baik pula,” katanya menjelaskan.

Para peserta pameran juga diimbau agar aktif membuka jaringan baru untuk memajukan usahanya. “Nanti kita akan bantu semua perajin di Bali dalam membuka jaringan dan pasar, akses keluar daerah hingga ke negara lain, termasuk juga dengan membuat rumah desain industri kreatif branding Bali. Kita fasilitasi gratis,” ucapnya bersemangat.
“ Kami  akan terus melakukan dialog tentang apa-apa saja yang jadi kendala UMKM di Bali.

Baik bahan baku, modal, pemasaran, atau apapun, kita akan carikan jalan keluarnya. Semua untuk memajukan dan menumbuhkan kekuatan ekonomi kerakyatan di Bali, itu cita-cita kami,” kata mantan anggota DPR RI ini.

PKB 2019  kata Koster,  hendaknya dapat diisi dengan materi yang baru,  secara general akan lebih mengedepankan Sekaa Sebun dan seni tradisi Bali dai  desa-desa adat. “Silahkan nanti lihat pawai pembukaannya, pasti akan beda suasananya. Begitu pula dengan materi seni yang dilombakan, akan banyak pembaharuan,” katanya sembari Ber doa  agar Presiden Jokowi bisa hadir langsung di arena PKB. 
Ketua Dekranasda Provinsi Bali Ny Putri Suastini Koster, menginginkan adanya usaha dari para perajin yang lebih mandiri dengan mengangkat industri lokal. “Misalnya di bidang sandang, sekarang berkembang motif-motif dengan teknik bordir yang hampir mirip dengan hasil tenunan songket asli, harganya juga lebih murah. Namun jika keterusan, saya khawatirkan penenun-penenun kita akan punah karena yang lebih laku adalah yang bordir, karena lebih murah,” ujar istri Gubernur Bali Wayan Koster ini. (nani)

Berita Sebelumnya:Berita Terkait:

PILIHAN REDAKSI

Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal, Staf Humas dan Wartawan Berjoget Ria
Silahturahmi Insan Pers Gubsu dan Wagub Batal,... Medan,hariandialog.com- Silahturahmi yang digelar Biro Humas Sekdaprovsu Gubernur dan Wakil Gubenur Sumut batal. Pasalnya acara yang dikemas di...

SURAT KABAR DIALOG

KESEHATAN

BUPATI TERIMA PENGHARGAAN HARGANAS TINGK…

Grobogan, hariandialog.com- (6/7) Bupati Grobogan Hj. Sri Sumarni, SH,...

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan  Ditemukan 36 Kasus HIV/AIDS

Di Kabupaten Badung Tiap Bulan Ditemuka…

Denpasar, hariandialog.com – 26-6-19 - Di Kabupaten Badung ada  kece...

TEKNOLOGI

Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan Masyarakat
Bupati: Membangun Badung untuk Membahagiakan... Denpasar, hariandialog.com - 1-7-19 - Bupati Badung I Nyoman Giri Prasta bersama Wabup. I Ketut Suiasa dan Sekda Badung I Wayan Adi Arnawa bertatap...

KANTOR PUSAT :
Jl Binawarga No 4 Kalibata, Jakarta Selatan 12750 Telp. (021) 79193461, 92296596; Fax. (021) 7946448
Email: dialog_indonesia@yahoo.com - http://www.hariandialog.com

PERWAKILAN :
• Tanggerang • Serang • Banten • Bekasi • Kerawang • Cibinong • Bogor -Cianjur- Sukabumi • Bandung• Garut • Tasikmalaya•Sumedang• Purwakarta • Cirebon • Majalengka • Indramayu • Semarang • Surabaya • Sidoarjo • Bali • Bima • Bandar Lampung • Lampung Selatan • Lampung Utara • Lampung Barat • Tanggamus • Bangka • Bangka Barat • Pangkal Pinang • Belitung • Jambi• Sumsel • Bengkulu• Lubuk Linggau • Lingga • Batam• Tanjung Pinang • Karimun«Pekan Baru • Padang • Medan • Kabanjahe«Tanahkaro • Deliserdang«Serdang Bedagal• Binjal -Langkat «Labuan Batu •Sibolga-Pematang Slantar»Tarutung.Barus« Makasar-Sulbar-Mamuju •Bolmong«Sorong Papua Barat • P. Sidempuan • Nias • Bengkulu • Tembilahan